Zero Mind Process
Jika dalam text ini ada Ihsan, Rukun Iman, dan Rukun Islam
Bukan berarti eksklusivisme aliran atau agama
Tapi keinginan untuk menyampaikan kebenaran
Kalau dalam text ini ada Al-Qur’an,
Itu bukan untuk golongan
Tapi untuk kita umat manusia.
Bukan Al-Qur’an untuk Islam
Bukan dunia untuk Islam
Tapi Al-Qur’an dan Islam untuk dunia
Islam merindukan perdamaian dan kebahagiaan sejati
Bersama dengan yang lain.
Das Sollen das sein (Hati tetap dilangit namun kaki tetap menjejakkan di bumi)
Seven way to Zero Mind Process:
1. Hindari prasangka buruk, karena buruknya prasangka akan mengantarkan kita pada kehidupan yang buruk pula. “Kebanyakan mereka hanya mengikuti dugaan semata. Sungguh dugaan tiada berguna sedikitpun melawan kebenaran. Sungguh Allah mengetahui segala yang mereka lakukan”. QS Yunus 10:36.
2. Berprinsiplah selalu kepada Allah Yang Maha Abadi.
Perumpamaan orang yang mengambil selain Alllah sebagai pelindung adalah seperti laba-laba yang membuat rumah untuk dirinya sendiri. Tetapi sebenarnya rumah laba-laba itu adalah serapuh-rapuhnya rumah, jika mereka tahu. QS Al’Ankabut 29:41.
3. Bebaskan diri Anda dari pengalamana-pengalaman yang membelenggu pikiran, berpikirlah merdeka.
Suara hatilah yang sebenarnya berpotensi melindungi diri dari pengaruh pengalaman hidup. Merespon keadaan kehidupan secara proaktif tanpa dilandasi prinsip nilai yang benar, hanya akan menjebloskan diri kita pada paradigma keliru lainnya yang tidak kalah menyesatkan.
4. Dengarkan suara hati, berpikirlah melingkar, peganglah prinsip “karena Allah”, sebelum menentukan kepentingan&prioritas. Sebuah prinsip akan melahirkan kepentingan, dan kepentingan akan menentukan prioritas tindakan. Seringkali suara hati kita turut andil memberi informasi maha penting dalam menentukan prioritas, Tapi seringkali pula suara hati tersebut diabaikan oleh nafsu sesaat atau kepentingan tertentu dalam mencapai keuntungan jangka pendek, yang justru mengakibatkan kerugian jangka panjang.
(Prinsip, suara hati, kepentingan –> 99 thingking hat –> Prioritas).
5. Lihatlah semua sudut pandang secara bijaksana berdasarkan suara hati 99 Thingking Hat.
Sebelum menentukan keputusan lakukan Thawaf Suara hati, gunakan radar hati agar dalam keputusan itu memunculkan prinsip-prinsip Asmaul Husna.
6. Periksa pikiran Anda jika membandingkan/menilai sesuatu, jangan melihat sesuatau karena pikiran Anda, tetapi lihatlah sesuatu karena apa adanya.
Ingatlah bahwa Suatu permasalahan tidak dapat dipecahkan dengan suatu tingkat pemikiran sama yang tercipta, ketika permasalahan itu terjadi.
7. Jangan terbelenggu oleh literatur-literatur, berpikirlah merdeka, jadilah orang yang berhati “Ummi”.
Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang Menciptakan.
Tidak! jangan ikuti ia.
Sujudlah dan dekatkan dirimu (Kepada Tuhan). QS Al ‘Alaq 96:1/19
—- REPETITIVE MAGIC POWER EVERY TIME —-
Tidak memandang suatu benda menjadi merah karena lensa kacamatanya berwarna merah, atau semua hijau karena lensa kacamatanya hijau, namun lensa bening yng memantulkan warna kejernihan, APA ADANYA. BAca! BACA! BACAlah dengan Nama Tuhanmu.
—- DZIKIR Asmaul Husna, bangkitkan alam bawah sadar ——
Teruslah berlatih hingga mata hati menjadi terbuka dan akhirnya mampu mendengar suara hati dengan jelas. Namun tentu saja dengan tak melupakan sarana logis otak sebagai pengolah dan pengasahnya. Sinergikan dengan hati-hati, kadang otakpun tak selalu bebas polusi dan suci dari hama, lakukan ZMP.
Spiritual Core Values:
1. Jujur (Al Mukmin)
2. Tanggung Jawab (Al Wakiil)
3. Disiplin (Al MAtiin)
4. Kerjasama (Al Jaami’)
5. Adil (Al ‘Adl)
6. Visioner (Al Aakhir)
7. Peduli (Al Bashir)