Inner JournEy

All about me and maybe you..

Archive for April, 2009


Bosan Hidup

Seorang  pria  mendatangi Sang Master, “Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah
jenuh  betul.  Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau.  Apapun yang
saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati.”

Sang  Master tersenyum, “Oh, kamu sakit.”
“Tidak Master, saya tidak sakit. Saya  sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan.
Itu sebabnya saya ingin  mati.”

Seolah-olah  tidak  mendengar  pembelaannya,  sang Master meneruskan, “Kamu
sakit.  Dan  penyakitmu  itu  sebutannya,  ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu  alergi
terhadap kehidupan.”

Banyak  sekali  di  antara  kita yang  alergi terhadap kehidupan. Kemudian,
tanpa  disadari  kita  melakukan  hal-hal  yang  bertentangan  dengan norma
kehidupan.  Hidup  ini  berjalan  terus.  Sungai  kehidupan mengalir terus,
tetapi  kita  menginginkan status-quo. Kita berhenti  di tempat, kita tidak
ikut  mengalir.  Itu  sebabnya  kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit.
Resistensi  kita,  penolakan  kita  untuk  ikut  mengalir bersama kehidupan
membuat kita sakit.

Yang  namanya  usaha, pasti ada  pasang-surutnya. Dalam hal berumah-tangga,
bentrokan-bentrokan kecil itu  memang wajar, lumrah. Persahabatan pun tidak
selalu  langgeng,  tidak  abadi.   Apa  sih yang langgeng, yang abadi dalam
hidup ini? Kita tidak menyadari sifat  kehidupan. Kita ingin mempertahankan
suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.

“Penyakitmu  itu  bisa  disembuhkan,  asal  kamu  ingin sembuh dan bersedia
mengikuti petunjukku.” demikian sang Master.

“Tidak  Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya  tidak ingin
hidup.” pria itu menolak tawaran sang guru.

“Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?”
“Ya, memang saya sudah bosan hidup.”

“Baik,  besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat  ini. Setengah botol
diminum  malam  ini,  setengah  botol  lagi  besok  sore jam  enam, dan jam
delapan malam kau akan mati dengan tenang.”

Giliran  dia  menjadi  bingung.  Setiap  Master  yang ia datangi selama ini
selalu  berupaya  untuk  memberikannya  semangat untuk hidup. Yang satu ini
aneh.   Ia   bahkan  menawarkan  racun.  Tetapi,  karena  ia  memang  sudah
betul-betul  jenuh,  ia  menerimanya dengan senang hati. Pulang kerumah, ia
langsung  menghabiskan setengah botol racun yang disebut “obat” oleh Master
edan  itu. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan
sebelumnya.

Begitu rileks, begitu santai!
Tinggal  1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala
macam  masalah. Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga
di  restoran .  Sesuatu   yang  sudah tidak pernah ia lakukan selama
beberapa  tahun terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan
kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai banget!

Sebelum  tidur,  ia  mencium  bibir  istrinya  dan  membisiki di kupingnya,
“Sayang, aku mencintaimu.
“Karena  malam  itu  adalah  malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan
manis!
Esoknya  bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan
angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi.
Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur.
Tanpa  membangunkannya,  ia  masuk  dapur dan membuat 2 cangkir kopi.  Satu
untuk  dirinya,  satu  lagi  untuk  istrinya.  Karena  pagi itu adalah pagi
terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Sang  istripun  merasa  aneh sekali Selama ini, mungkin aku salah. “Maafkan
aku, sayang.”

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya
pun bingung, “Hari ini, Boss kita kok aneh ya?”
Dan  sikap  mereka  pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena
siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih
toleran,   bahkan   apresiatif  terhadap  pendapat-pendapat  yang  berbeda.
Tiba-tiba  hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya. Pulang kerumah jam 5
sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan.

Kali  ini  justru  sang  istri  yang  memberikan ciuman kepadanya, “Sayang,
sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.”
Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, “Pi, maafkan kami semua. Selama ini,
Papi selalu stres karena perilaku  kami.”

Tiba-tiba,  sungai  kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi
sangat  indah.  Ia  mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana
dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?

Ia mendatangi sang Guru lagi.
Melihat  wajah  pria  itu,  rupanya  sang Guru langsung mengetahui apa yang
telah terjadi,
“Buang  saja  botol  itu.  Isinya air biasa. Kau sudah sembuh, Apa bila kau
hidup  dalam  kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat
menjemputmu  kapan  saja,  maka kau akan  menikmati setiap detik kehidupan.
Leburkan  egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air.
Dan  mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan
bosan.  Kau  akan  merasa  hidup.  Itulah  rahasia  kehidupan. Itulah kunci
kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan.”

Pria  itu  mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke
rumah,  untuk  mengulangi  pengalaman  malam  sebelumnya.  Konon,  ia masih
mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian.
Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP!!!

Hidup?
bukanlah merupakan suatu beban yang harus dipikul?.
tapi merupakan suatu anugrah untuk dinikmati !

Nice day’s semua   ^o^

Immortality

So this is who I am,
And this is all I know,
And I must choose to live,
For all that I can give,
The spark that makes the power grow
And I will stand for my dream if I can,
Symbol of my faith in who I am,
But you are my only,
And I must follow on the road that lies ahead,
And I won’t let my heart control my head,
But you are my only
We don’t say goodbye,
We don’t say goodbye,
And I know what I’ve got to be

Immor-tality
I make my journey through eternity
I keep the memory of you and me inside

Fulfill your destiny,
Is there within the child,
My storm will never end,
My fate is on the wind,
The king of hearts, the joker’s wild,
We don’t say goodbye,
We don’t say goodbye,
I’ll make them all remember me

Cos I have found a dream that must come true,
Every ounce of me must see it through,
But you are my only
I’m sorry I don’t have a role for love to play,
Hand over my heart I’ll find my way,
I will make them give to me

Immor-tality (oh baby)
There is a vision and a fire in me (ohh)
I keep the memory of you and me, inside
We don’t say goodbye
We don’t say goodbye
With all my love for you
And what else we may do
We don’t say, goodbye

Zero Mind Process

Jika dalam text ini ada Ihsan, Rukun Iman, dan Rukun Islam
Bukan berarti eksklusivisme aliran atau agama
Tapi keinginan untuk menyampaikan kebenaran
Kalau dalam text ini ada Al-Qur’an,
Itu bukan untuk golongan
Tapi untuk kita umat manusia.

Bukan Al-Qur’an untuk Islam
Bukan dunia untuk Islam
Tapi Al-Qur’an dan Islam untuk dunia
Islam merindukan perdamaian dan kebahagiaan sejati
Bersama dengan yang lain.

Das Sollen das sein (Hati tetap dilangit namun kaki tetap menjejakkan di bumi)

Seven way to Zero Mind Process:

1. Hindari prasangka buruk, karena buruknya prasangka akan mengantarkan kita pada kehidupan yang buruk pula. “Kebanyakan mereka hanya mengikuti dugaan semata. Sungguh dugaan tiada berguna sedikitpun melawan kebenaran. Sungguh Allah mengetahui segala yang mereka lakukan”. QS Yunus 10:36.

2. Berprinsiplah selalu kepada Allah Yang Maha Abadi.
Perumpamaan orang yang mengambil selain Alllah sebagai pelindung adalah seperti laba-laba yang membuat rumah untuk dirinya sendiri. Tetapi sebenarnya rumah laba-laba itu adalah serapuh-rapuhnya rumah, jika mereka tahu. QS Al’Ankabut 29:41.

3. Bebaskan diri Anda dari pengalamana-pengalaman yang membelenggu pikiran, berpikirlah merdeka.
Suara hatilah yang sebenarnya berpotensi melindungi diri dari pengaruh pengalaman hidup. Merespon keadaan kehidupan secara proaktif tanpa dilandasi prinsip nilai yang benar, hanya akan menjebloskan diri kita pada paradigma keliru lainnya yang tidak kalah menyesatkan.

4. Dengarkan suara hati, berpikirlah melingkar, peganglah prinsip “karena Allah”, sebelum menentukan kepentingan&prioritas. Sebuah prinsip akan melahirkan kepentingan, dan kepentingan akan menentukan prioritas tindakan. Seringkali suara hati kita turut andil memberi informasi maha penting dalam menentukan prioritas, Tapi seringkali pula suara hati tersebut diabaikan oleh nafsu sesaat atau kepentingan tertentu dalam mencapai keuntungan jangka pendek, yang justru mengakibatkan kerugian jangka panjang.
(Prinsip, suara hati, kepentingan –> 99 thingking hat –> Prioritas).

5. Lihatlah semua sudut pandang secara bijaksana berdasarkan suara hati 99 Thingking Hat.
Sebelum menentukan keputusan lakukan Thawaf Suara hati, gunakan radar hati agar dalam keputusan itu memunculkan prinsip-prinsip Asmaul Husna.

6. Periksa pikiran Anda jika membandingkan/menilai sesuatu, jangan melihat sesuatau karena pikiran Anda, tetapi lihatlah sesuatu karena apa adanya.
Ingatlah bahwa Suatu permasalahan tidak dapat dipecahkan dengan suatu tingkat pemikiran sama yang tercipta, ketika permasalahan itu terjadi.

7. Jangan terbelenggu oleh literatur-literatur, berpikirlah merdeka, jadilah orang yang berhati “Ummi”.
Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang Menciptakan.
Tidak! jangan ikuti ia.
Sujudlah dan dekatkan dirimu (Kepada Tuhan). QS Al ‘Alaq 96:1/19

—- REPETITIVE MAGIC POWER EVERY TIME —-
Tidak memandang suatu benda menjadi merah karena lensa kacamatanya berwarna merah, atau semua hijau karena lensa kacamatanya hijau, namun lensa bening yng memantulkan warna kejernihan, APA ADANYA. BAca! BACA! BACAlah dengan Nama Tuhanmu.
—- DZIKIR Asmaul Husna, bangkitkan alam bawah sadar ——
Teruslah berlatih hingga mata hati menjadi terbuka dan akhirnya mampu mendengar suara hati dengan jelas. Namun tentu saja dengan tak melupakan sarana logis otak sebagai pengolah dan pengasahnya. Sinergikan dengan hati-hati, kadang otakpun tak selalu bebas polusi dan suci dari hama, lakukan ZMP.

Spiritual Core Values:
1. Jujur (Al Mukmin)
2. Tanggung Jawab (Al Wakiil)
3. Disiplin (Al MAtiin)
4. Kerjasama (Al Jaami’)
5. Adil (Al ‘Adl)
6. Visioner (Al Aakhir)
7. Peduli (Al Bashir)

About Crime..

APAKAH TUHAN MENCIPTAKAN KEJAHATAN? (True story)

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada?
Apakah Tuhan menciptakan kejahatan?
Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-
mahasiswa nya dengan pertanyaan ini:

“Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang
menciptakan semuanya”.

“Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi.

“Ya, Prof, semuanya” kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti
Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut
prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita
bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor
tersebut.
Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi
dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata,

“Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”

“Tentu saja,” jawab si Profesor

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”

“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak
pernah sakit flu?” Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab,
“Kenyataannya, Prof, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang
kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas.
Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel
menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut.
Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.

Mahasiswa itu melanjutkan,
“Profesor, apakah gelap itu ada?”

Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.”

Mahasiswa itu menjawab,
“Sekali lagi anda salah, Prof. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah
keadaan dimana tidak ada cahaya.
Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak tidak bisa kita pelajari.
Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi
beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap
warna.
Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan
diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut.
Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?”

Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang
telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV.
Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia.
Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab,
“Sekali lagi Anda salah, Prof. Kajahatan itu tidak ada.
Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan.
Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia
untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan.
Tuhan tidak menciptakan kejahatan.
Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia.
Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul
dari ketiadaan cahaya.”

Profesor itu terdiam.

“Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein”

Dari tafsir Hanafi, mudah-mudahan ingat, walau lambat-lambat. .. mudah-mudahan selalu,
walau sambil lalu… mudah-mudahan jadi bisa, karena sudah biasa.